Kamis, 17 Maret 2011

Kata kata mutiara


1.      Orang yang paling bahagia tidak selalu memiliki hal-hal yang terbaik. Mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
2.      Bala’ (musibah/cobaan) yang tidak indah, pedih dan tragis telah menjadikan kita pemberani dalam mewujudkan sumpah yang senantiasa diucapkan di setiap kita sholat : Inna sholati manusyuki …………
Inilah keberanian yag sesungguhnya untuk menjalani hidup dan pantang menyerah. Jika Allah SWT mencintai seorang hamba-Nya, maka ia akan diuji dengan bala’. Jika ia sabar, maka Allah akan memilihnya dan jika ia ridlo, maka Allah akan mengistimewakannya.
3.      Takdir
Takdir yang pedih dan keras itu hanyalah sebuah bungkus atas kelembutan Ilahi, demi cita dan kasih-Nya pada kita sebab tanpa cobaan dan derita itu, kita takkan sadar, bangkit dan tergugah untuk terus bersama Allah SWT.
4.      Allah SWT Maha Indah sifat-Nya, mulia tindakan-Nya, sama sekali tidak bertujuan untuk mencederai hamba-Nya, kecuali demi kemaslahatan si hamba itu sendiri untuk meraih anugerah dan keutamaan dari-Nya
5.      Aku manusia lemah …….
Aku bukan Nabi …….
Aku bukan malaikat ……
Kewajibanku hanyalah menerima takdir Allah dengan tawakal, sabar, dan ikhlas hingga tubuh dan seluruh organ secara utuh merasakan makna hakiki hiudp. Insyaallah aku akan berjuang agar hatiku tetap menjadi BAITULLAH. Amin….
6.      Dalam dunia ada 5 perkara :
a.       Hal yang paling dekat ……….adalah mati
b.      Hal yang paling jauh ..........adalah masa lalu
c.       Hal yang paling berat ........adalah Amanah
d.      Hal yang paling ringan .......adalah menunda sholat
e.       Hal yang paling tajam .......adalah Mulut
7.      Takdir yang mendera itu adalah cara Allah menguji pada kita untuk lebih meningkatkan derajat dan sekaligus kesiapan ikhtiar kita yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga anugerah dan keutamaan dari Allah SWT diterima dengan jiwa yang benar.


Dalam ketenangan hati ada keluhuran budi, dalam kemiskinan ada kekayaan jiwa, dalam keindahan surga kebaikanlah yang dibutuhkan. Hidup ini semakin indah jika ada maaf di antara kita.

Kabarkan kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa pertolongan Allah akan segera datang secepat cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba. Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian. Sebaik-baik ibadah adalah menanti kemuliaan dengan sabar.

Mungkin saja seseorang merasa terhimpit cobaan karena tak sadar bahwa jalan keluar ada di tangan Sang Pencipta. Kala kesesakan semakin berat terasa, dan semua lingkaran terbuka, ia akan melihat apa yang tak pernah terbayang olehnya. Emosi yang tak  terkendali hanya akan melelahkan, menyakitkan, dan meresahkan diri sendiri. Jika ia mampu mengendalikannya, ia akan melihat kebenaran.

Keridlaan akan membuahkan rasa syukur yang merupakan level keimanan tertinggi, bahkan merupakan hakikat dari keimanan itu sendiri. Dalam tahapan iman, rasa syukur itu adalah puncaknya. Orang yang tidak ridla terhadap pemberian Allah, keputusan-Nya, penciptaan-Nya, pengaturan-Nya, terhadap yang diambil dan diberikan-Nya, tidak akan bersyukur kepada Allah. Dan itu artinya, orang yang bersyukur adalah orang yang paling menikmati hidup.

Istri sholihah adalah wanita yang ketika suami memandangnya, ia nampak menyenangkan, ketika disuruh oleh suaminya (perkara yang dibenarkan syari’at/agama) ia selalu taat. Di saat suami pergi untuk mencari nafkah, maka ia bisa menjaga dirinya dan mampu menjaga harta suaminya.


Senandung dzikir jernihkan pikir, unataian doa bersihkan jiwa, berjuta maaf sejukkan qolbu.


Kuingat Engkau saat alam negitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam.
Ku sebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah.

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya  merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingnin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempat terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, adan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan dan sekaligus menakutkan.

Jika Anda berada di pagi hari, jangan menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukan, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.
Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.
Pada hari ini pula sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan Al Qur’an yang sarat tadabbur (direnungkan), dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.


Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan benca-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi.
Biarkan hari esok itu datang dengan sindirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari Anda sudah sangat sibuk. Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.

Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal. Maka, apalagi saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset dan salah. Dalam hidup ini, terutama Anda seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari orang lain.
Dan mereka tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum Anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah dengan mereka. Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu ada perbuatan mereka akan membuat Anda bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidur Anda selalu terasa gerah.
Oleh sebab itu, was[adalah terhadap apa yang mereka ketakan. Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka. Bersikaplah laksana batu cadas ; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran-butiran salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh karenanya.

Orang yang paling baik adalah orang yang bisa memberi manfaat kepada orang lain. JANGAN LUPA YA!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar